Blackend Is The End

Ahad, 7 November 2010

Video tentang pejuang gerilawan Papua Barat di wilayah selatan Papua Barat


SURAT DARI SEORANG TEMAN PAPUA BARAT


KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT [KNPB] West Papua National Committee papuaemergency@yahoo.com | 081248653994 ==========================================================
SIKAP RAKYAT PAPUA UNTUK OBAMA


AS dan Indonesia harus bertanggung Jawab terhadap segala kejahatannya di Papua Barat.

Kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama di Indonesia harus mengangkat persoalan bangsa Papua Barat. Presiden Obama tidak boleh menganggap sepeleh dan tutup mata terhadap masalah Papua Barat. Kami rakyat Papua Barat meyakini bahwa segala penindasan dan penghisapan diatas tanah Papua adalah hasil kompromi ekonomi politik Amerika Serikat dan Indonesia.

Kami yakin bahwa Amerika Serikat dan Indonesia adalah pelaku penindasan dan penghisapan di Papua Barat, karena:

1. AS telah menyerahkan Papua Barat ke tangan penjajahan Indonesia

Kami rakyat Papua Barat telah menyaksikan suatu perbuatan yang sangat melanggar standar-standar dan prinsip-prinsip hukum dan HAM Internasional dalam proses aneksasi bangsa Papua Barat ke tangan Indonesia, dimana AS berperan penting dalam mendalangi perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962 dan Rome Agreement 30 September 1962 yang sangat tidak sesuai dengan hukum internasional, tidak melibatkan orang Papua Barat dan penuh dengan kepentingan ekonomi politik antara Amerika Serikat dan Indonesia. Sejak Amerika Serikat berperan dalam menyerahkan Papua ke tangan Indonesia, maka disitulah awal pelanggaran HAM di Papua sampai saat ini.

2. Amerika Serikat dan Indonesia mencuri Emas, tembaga, perak dan uranium dari Papua Barat.

Kami meyakini bahwa pada tahun 1966 sebuah delegasi dari Freeport mengunjungi Jakarta guna mengadakan pembicaraan pendahuluan bagi hak penambangan tembaga/emas di West Papua, dengan pihak pemerintah Indonesia . Dari hasil pertemuan tersebut, maka pada tanggal 10 Januari 1967 ditanda tangani Kontrak Karya tanpa melibatkan orang Papua Barat sebagai pemiliknya. Persenkongkolan kepentingan antara Pemerintah Amerika dan Indonesia ini akhirnya menghorbankan hak-hak rakyat West Papua pada pelaksanaan Act Of Free Choice tahun 1969. Dan sejak saat itu Pemerintah AS dan Indonesia menucuri Emas, tembaga, perak dan uranium dari Papua Barat tanpa ijin orang Papua dan membunuh orang Papua disekitar areal Freeport dan menghancurkan lingkungan dan ekosistem di areal perusahaan Freeport.

3. Kerja sama Densus 88, TNI dan Amerika Serikat

Kami meyakini bahwa kerja sama militer antara Indonesia dan AS telah berdampak pada penyiksaan dan pembunuhan terhadap rakyat Papua Barat. Kami tahu bahwa pasukan Densus 88 yang telah membunuh Kelly Kwalik (pemimpin perjuangan bangsa Papua) di Timika tidak terlepasa dari AS, karena pasukan khusu s ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pasukan ini telah berada di kota-kota dan kampong-kampung di seluruh wilayah Papua Barat dan memperlakukan orang Papua seperti terrorist yang harus dibasmikan.

Pemerintahan Amerika Serikat dan Indonesia juga melakukan kerja sama militer melalui pelatihan militer Kopassus dan TNI dimana TNI dan Kopassus terus melakukan pelanggaran HAM di Papua. Mereka terus menyiksa dan membunuh rakyat Papua. Contoh nyata adalah penyiksaan di Puncak Jaya oleh TNI baru-baru ini yang terekam dalam video.

4. Derita dibalik Otsus

Kami tahu bahwa saat ini pemerintah Amerika Serikat mendukung Indonesia agar melaksanakan Otonomi Khusus bagi bangsa Papua Barat. Tetapi, kami menyatakan bahwa orang Papua Barat tidak pernah meminta Otonomi Khusus. Tetapi kami hanya ingin berdaulat sendiri sebagai suatu Negara yang merdeka sendiri. Kami mengalami kondisi krisis di masa Otonomi khusus, karena dengan Otsus peradaban kami orang Papua dihancurkan dengan segala kenikmatan semu dalam uang Otsus, korupsi meraja lela, iri hati, saling membenci, perpecahan antar suku dan pendatang dari luar Papua meraup keuntungan dari uang Otsus dan rakyat Papua Barat tetap miskin dan tidak menikmati pembangunan yang bermartabat melalui Otsus. Ini bukan salah kami, tapi pemerintah Indonesia yang tidak punya niat baik terhadap orang Papua, karean tujuan mereka hanya satu: memusnahkan kami orang Papua Barat dan menguasai wilayah Papua Barat.

Oleh karena itu, kami menyatakan bahwa negara manapun yang mendukung Otonomi Khusus di Papua adalah pelaku penindasan dan penghisapan di Papua Barat.

Dengan demikian kami segenap rakyat Papua Barat menuntut kepada Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama agar:

1. Segera bertanggung jawab terhadap status politik Papua dengan mereview kembali proses aneksasi Papua Barat kedalam NKRI.

2. Mendorong proses hukum ke pengadilan Internasional (ICJ) tentang status hukum Papua Barat dalam NKRI.

3. Mendesak Indonesia agar mengadakan suatu mekanisme penyelesaian konflik politik Papua Barat melalui referendum sebagai suatu jalur yang damai dan demokratis.

4. Menghentikan kerja sama militer AS dan Indonesia yang menjadi biang pelanggaran HAM di Papua Barat.

5. Hentikan kebijakan AS yang mendukung Indonesia melalui pemberlakuan Otonomi Khusus bagi Papua Barat, karena itu bukan solusi bagi penyelesaian masalah Papua.

Demikian pernyataan ini kami buat bagi penegakan HAM dan Demokrasi yang kita junjung bersama-sama,

Port Numbay, Papua Barat 6 November 2010

Hormat kami,

Atas nama rakyat Papua

Buchtar Tabuni

Ketua Umum KNPB

Tembusan yth:

1. Presiden Republik Indonesia di Jakarta

2. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta

3. Kongresman Amerika Serikat di Washington

4. International Lawyers for West Papua [ILWP] di London

5. International Parliamentarians for West Papua di London

To Live Is to Die

free counters

Eye of the Beholder

Dyers Eve